Senin, 13 Februari 2012

Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah di Unpad

Dodi, Office Boy yang Berhasil Lulus Kuliah di Unpad

[Unpad.ac.id, 9/2/2012] Jika Anda pernah menonton sebuah iklan yang menceritakan seorang Office Boy (OB) yang membiayai kuliah dari hasil kerjanya, hal tersebut ternyata bukan hanya hisapan jempol belaka. Pada prosesi Wisuda Unpad Gelombang II Tahun Akademik 2011/2012 Rabu kemarin (8/2) mungkin menjadi hari yang paling membahagiakan bagi Dodi. Pria yang bekerja sebagai OB di lingkungan Universitas Padjadjaran (Unpad) ini lulus kuliah dari Program Diploma III, Jurusan Administrasi Keuangan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unpad.

[imagetag] [Image: dodi-300x200.jpg]

"Senang akhirnya saya bisa lulus," kata Dodi singkat dengan wajah sumringah ketika ditemui seusai prosesi Wisuda Sesi IV, kemarin di Grha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung.

Gelar ahli madya atau AMd yang telah diraihnya didapat dari usaha yang begitu panjang. Sebelum meneruskan kuliah di tahun 2008, Pria kelahiran Sumedang 8 Oktober 1986 ini bekerja sebagai OB di Bagian Biro Administrasi Umum Unpad sejak tahun 2005.

"Saya kerja sebagai OB sejak tahun 2005 sampai sekarang tahun 2012. Sudah hampir 7 tahun. Lalu masuk DIII FISIP Unpad angkatan 2008. Saya menyelesaikan studi diploma 3 ini, selama 3 tahun setengah," cerita Dodi.

Tugas sehari-harinya sebagai OB di Unpad adalah menyapu lantai, membersihkan sampah-sampah, melayani permintaan fotokopi, merapikan meja kursi dan sebagainya. Sewaktu mengawali kerja di tahun 2005, pria yang merupakan lulusan dari Madrasah Aliyah (MA) Darul Fatwa Jatiroke Kab. Sumedang itu sempat bekerja sebagai OB di Jatinangor di bagian lapangan Biro Administrasi Umum selama satu tahun. Saat pindah ke Unpad Jln.Dipati Ukur Bandung. Disitulah Dodi didorong untuk terus bisa meneruskan kuliah.

"Banyak yang mendorong saya untuk melanjutkan kuliah, terutama Kepala Bagian Tata Usaha dan Rumah Tangga Unpad. Saya pikir, selama masih ada kesempatan kenapa tidak dicoba," cerita Dodi yang awalnya tidak ada pikiran untuk bisa melanjutkan kuliah.

[imagetag] [Image: dodidanorangtua-200x300.jpg]

Biaya masuk pertama di Program DIII FISIP Unpad yang saat itu berkisar Rp 9 juta pun pada awalnya ia bayar dengar hasil kerjanya sendiri, ditambah dengan sejumlah bantuan. "Saya dikasih arahan juga sama pihak fakulas, bagaimana caranya bisa mengangsur. Seluruh biayanya memang didapat dari menyisihkan uang gaji ditambah dengan sejumlah bantuan.

"Sejak lulus MA tahun 2004, memang tidak ada pikiran kuliah karena tidak ada biaya. Waktu itu kata orang tua, sok aja jadi OB sambil kuliah asal bisa ngatur waktu. Satu lagi pesan orang tua, orang tua mah nggak bisa ngebiayain" jelas anak kedua dari empat bersaudara ini. Dengan kerja kerasnya, di semester 2-4 pun dia akhirnya bisa mendapatkan beasiswa untuk meringankan biaya kuliahnya.

Putra pasangan Uha (60) dan Mien (50) yang merupakan warga asli Jatinangor ini bisa mengatur waktu, bekerja sebagai OB sambil kuliah di Kota Bandung. Selama di Bandung, ia pun tinggal di Kampus Unpad DU, tepatnya di belakang Grha Sanusi Hardjadinata.

"Biasanya habis salat subuh, saya langsung kerja. Kalau ada kuliah jam 8, saya berangkat kuliah dahulu. Kuliah jam 10 saya berangkat jam segitu. Pokoknya ngeberesin kerjaan dulu, baru berangkat kuliah," ceritanya.

Berprofesi sebagai OB, memang baru diketahui teman-teman dikampus sejak memasuki semester 4. Dodi mengatakan tidak malu dengan profesinya. Malah banyak teman-teman yang membanggakan. "Awalnya yang tahu memang cuma teman-teman dekat saja. Tapi mulai pertengahan semester, sudah banyak yang tahu. Tapi saya nggak malu jadi OB. Dibikin santai aja," jelas Dodi.

Ketika ditanya niat melanjutkan kuliah Sarjana (S1), Dodi pun tidak bisa menjawab. "Lihat biayanya dulu. Kuliah memang membutuhkan biaya yang sangat besar," kata Dodi yang mendapatkan IPK 2,74.

Sementara ini, Dodi masih bekerja sebagai OB di Kampus Unpad Jatinangor. Namun, ia juga yakin dengan lulusnya dia di Program DIII dapat terus meningkatkan kualitas hidupnya. Begitu pula harapan kedua orang tua yang ingin Dodi dapat bekerja lebih tinggi lagi. "Alhamdulillah. Bungah (gembira). Inginnya mah, Dodi bisa bekerja lebih tinggi lagi," ungkap Mien, sang Ibu.

Mengenai cita-cita kedepan, lagi-lagi Dodi tidak muluk-muluk. Baginya, akan lebih banyak kesempatan yang nanti bisa didapatkannya. "Cita-cita, ingin membahagiakan orang tua dan ingin jadi orang yang berguna saja," jelasnya sambil tersenyum.

Satu lagi pesannya, "Sudah sarjana, belum dapat kerja? Jangan malu. Itu saja," tutupnya. *

Laporan oleh: Lydia Okva Anjelia

sumber

[imagetag] Applause hebat.. selamat ya .. semoga tambah sukses.. semangaat [imagetag] Top

(author unknown) 13 Feb, 2012

Mr. X 13 Feb, 2012


-
Source: http://andinewsonline.blogspot.com/2012/02/office-boy-yang-berhasil-lulus-kuliah.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar